Al Fatihah Rukun Salat, Mengapa Bacaannya Tidak Boleh Sembarangan
Surah Al Fatihah adalah rukun terbesar dalam salat. Jika hurufnya salah, salat bisa batal. Syaikh Ghazi bin Sulaiman Al Faqih dari Madinah menjelaskan mengapa hal ini begitu serius.
Salat adalah ibadah paling agung dalam Islam. Dan di dalam salat, ada satu rukun yang paling besar, paling agung, yaitu bacaan Surah Al Fatihah. Bagaimana kita menegakkan rukun ini? Syaikh Ghazi bin Sulaiman Al Faqih, seorang ulama dari Masjid Nabawi Madinah, menjelaskan dengan indah.
Salat Adalah Audiensi Kita dengan Allah
Syaikh Ghazi mengingatkan, salat itu adalah sila, hubungan kita seorang hamba dengan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Salat adalah momen kita berdiri di hadapan Allah untuk mencurhatkan segala sesuatu.
Karena begitu agungnya salat, Allah tidak menyuruh Jibril menurunkan perintahnya ke bumi. Tidak seperti haji, puasa, atau zakat yang disampaikan melalui Jibril. Untuk salat, Allah memerintahkan Nabi Muhammad naik langsung ke atas langit yang ketujuh di malam Isra Mi'raj, berjumpa langsung dengan Allah tanpa perantara.
Itulah kemuliaan salat. Tidak mungkin seseorang mengklaim dirinya Muslim tapi tidak salat.
Al Fatihah, Rukun Terbesar dalam Salat
Di antara rukun-rukun salat, Surah Al Fatihah menempati posisi paling agung. Syaikh Ghazi menegaskan, kita menegakkan rukun ini dengan tiga hal sekaligus, yaitu hati, lisan, dan gerakan.
Tapi yang sering kita lupakan, kualitas bacaan lisan kita. Kita mungkin sudah khusyuk dengan hati, sudah gerakannya benar, tapi bacaan hurufnya masih keliru. Inilah yang menjadi perhatian serius para ulama.
Bacaan Fatihah yang Salah Membatalkan Salat
Syaikh Ghazi mengutip pendapat jumhur ulama mazhab, bahwa seseorang yang dalam salatnya membaca Al Fatihah dan bacaannya salah huruf, maka batallah salatnya, salatnya tidak sah. Ini disepakati para ulama mazhab.
Apalagi di zaman kita hari ini, ketika ilmu sudah mudah diakses, metodologi pembelajaran sudah berkembang, guru banyak, teknologi membantu. Tidak ada alasan lagi untuk tetap salah baca Al Fatihah.
Kisah Nyata Syaikh Ghazi di Indonesia
Syaikh Ghazi bercerita, sekitar sepuluh tahun lalu beliau berkunjung ke Indonesia bersama anak-anaknya. Mereka salat di beberapa masjid. Tapi anehnya, anak-anak Syaikh malah ketawa dalam salat ketika mendengar bacaan imam.
Bukan karena mengejek. Tapi karena kata-kata yang didengar berubah maknanya. Bukan hanya berubah lafalnya, tapi berubah maknanya sampai terdengar lucu bagi penutur asli bahasa Arab.
Syaikh Ghazi berkata dalam hati, "Jika imam masjid saja masih salah, bagaimana dengan masyarakatnya?"
Bukan Aib, Tapi Memang Bukan Bahasa Kita
Tapi Syaikh Ghazi tidak menyalahkan. Beliau justru objektif dan penuh pengertian. "Ini bukan aib untuk kalian, bukan kekurangan. Karena huruf-huruf Arab ini bukan huruf asli bahasa kalian. Al Quran turun dengan bahasa Arab."
Anak-anak Indonesia sejak kecil belajar dari guru Indonesia, yang juga bukan penutur asli bahasa Arab. Selama bertahun-tahun mereka terbiasa dengan pengucapan yang tidak tepat. Otak dan lisan belum terkoneksi dengan huruf yang benar.
Satu Huruf Salah, Seluruh Makna Berubah
Syaikh Ghazi memberi contoh nyata. Kata tsabat yang artinya kokoh, teguh. Jika dibaca dengan huruf sin menjadi sabat, artinya berubah jadi hari Sabtu. Satu huruf berubah, makna langsung berubah total.
Bahkan, kesalahan huruf bisa menjurus ke makna yang berbahaya. Kita ingin memuji Allah, tapi karena salah ucap, malah seakan mencaci Allah. Kita ingin menegakkan hukum syariat, tapi karena salah huruf, malah seakan menolak hukum itu sendiri.
"Maka dari itu, penting bagi kita memperbaiki huruf demi huruf, agar terperbaiki kata demi kata, kalimat demi kalimat, ayat demi ayat.", ujar Syaikh Ghazi bin Sulaiman Al Faqih.
Mari Kita Perbaiki Al Fatihah Kita
Al Fatihah dibaca minimal 17 kali sehari dalam salat fardhu. Jika bacaannya tidak tepat, bayangkan berapa kali kita mengulang kesalahan yang sama setiap hari. Bukan sekadar soal pahala, tapi soal sah atau tidaknya salat kita.
Di FatihahQu, kami fokus membantu Anda memperbaiki bacaan Al Fatihah dari nol, huruf demi huruf, dengan guru bersanad langsung dari Madinah. Online via Zoom, cocok untuk pemula yang merasa bacaannya masih belum yakin. Karena memperbaiki Al Fatihah bukan kemewahan, tapi kebutuhan.
Sudah Siap Memperbaiki Bacaan Al Quran Anda?
Belajar langsung dari guru bersanad, online via Zoom. Cocok untuk pemula maupun yang ingin memperbaiki bacaan Al Fatihah.
Lihat Kelas Tahsin Al FatihahTim fatihahQU
Penulis di FatihahQu